NASA Membuat Jaringan Internet Di Luar Angkasa Dengan Laser

0
114

HARIAN BENGKULU – Badan Antariksa Amerika (NASA) ingin akan adanya jalan masuk dunia maya di luar angkasa dengan sistem menyorotkan data via laser ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Tetapi teknologi ini akan diluncurkan pada tahun 2021 yang dikirim dari Bumi dengan kecepatan 1 GB per detik pada 2021 dengan menerapkan dan memakai laser sebagai pengirim datanya.

Pada Rabu 22 Maret 2017 NASA mengungkapkan bahwa “Laser Communications Relay Demonstration (LCRD) mempunyai potensi untuk menjadi dunia online berkecepatan tinggi di langit,”. Sebab dalam perencanaanya paket data terkomputerisasi dan disandikan ke dalam berkas sinar yang akan ditembakkan antara lab sains yang mengorbit dan Bumi.

Pertama sekali, NASA akan mengirim beban perlengkapan LCRD ke orbit geosynchronous sekitar Bumi. Hardware ini akan meliputi unit switching yang merute data ke dalam dan luar dari dua terminal optik yang di atas ISS, menyinarkan dan mendapatkan komunikasi laser yang dikodekan ke dan dari Bumi sehingga komunikasi lebih efisien.

Metode peluncuran yang digunakan akan mempunyai radio yang normal untuk jatuh kembali. Prototipe ini akan bertukar data dengan basis di California dan Hawaii. Desain memerlukan modul optik total sejajar dengan stasiun Bumi untuk mendapatkan dan mengirimkan data secara efisien. Tiap-tiap pesawat ruang angkasa masa depan dapat berkeinginan untuk mengaplikasikan desain LCRD yang akan mempunyai kontrol elektronik yang sesuai untuk mempertemukan dan menstabilkan perlengkapan yang dipakai.

“Kami berencana untuk menerbangkan terminal baru ini pada 2021, dan sekali diuji, kami berkeinginan bahwa misi orbit Bumi NASA lainnya juga akan menerbangkan salinannya untuk menyimpan data mereka via LCRD ke tanah,” ungkap Don Cornwell.

Teknologi yang diterapkan ini yakni penerus Lunar Laser Communication Demonstration NASA (LLCD), yang di uji coba pada 2013 yang menampilkan kemungkinan untuk mengirimkan data dari orbit bulan ke Bumi pada tingkat 622 MB per detik. Tahun lalu, LLCD sukses diterapkan di pesawat Lunar Atmosphere and Dust Environment Explorer (LADEE), dikirim ke sampel atmosfer Bulan selama 100 hari.

Seandainya dunia online telah ada diluar angkasa, akan menjadi hal yang luar biasa kedepannya untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

Like

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here