Rokok Pembunuh No 1 Di Dunia dan Hukumnya jelas adalah Haram

0
179
rokok membunuhmu (jadi rokok adalah Haram)

HARIAN BENGKULU – Iklan rokok sudah banyak membawa pesan akibat buruk dari merokok namun tetap saja walaupun sudah banyak orang tahu bahwa rokok mengancam kesehatan namun tidak sedikit yang bisa melepaskan diri dari rokok. Sudah jelas merokok berbahaya bagi kesehatan tapi tetap saja merokok. Jika kita ingin tahu rokok telah diketahui menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Menurut Data Komnas Perlindungan Anak, FKM UI, dan Litbang Kemenkes RI, 2013, 12,7 % kematian di Indonesia terjadi akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok. Di dunia terdapat 1 kematian setiap detik. Sebanyak 1.250 batang konsumsi rata-rata per orang setiap tahun. 600 juta batang rokok yang diisap di Indonesia setiap hari. 524 miliar batang proyeksi produksi rokok pada tahun 2020. Naik 48 % dari produksi tahun 2014.

Tidak ada batasan usia bagi pengonsumsi rokok. Tua, muda, remaja, dan anak-anak merokok. laki-laki dan perempuan merokok. Di mana-mana dan kapan saja orang merokok. Rokok telah menjelma sebagai tuhan. Dan menjadi tempat cobaan yang sangat berat bagi yang tak merokok. Di pasar orang merokok, di warung pengunjung merokok, di restoran di toko buku orang merokok, di kafe orang merokok.

Banyak juga disekolah Guru yang mengajarkan kesehatan pun merokok.. Guru yang seharusnya memberi contoh tentang menjaga kesehatan. Guru merokok, murid pun ikut-ikutan merokok. Bahkan mungkin lebih jago dan lebih mahal rokoknya daripada sang guru. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari, begitulah kira-kira perumpamaannya.

Memang sih, pajak rokok memberikan sumbangsih yang cukup besar yakni sekitar Rp 141,7 triliun per tahun. Akan tetapi jumlah itu hanya menguntungkan para pemilik modal saja. Itulah yang menjadikan pemilik PT Djarum dalam urutan 10 orang terkaya di Indonesia.

Misalnya menurut Kemenkes pada tahun 2013. Rokok menghasilkan pengeluaran yang besar. Diperkirakan Rp 225 triliun uang yang dibelanjakan untuk rokok pertahunnya di Indonesia. Ironisnya perokok itu termasuk masyarakat kalangan kelas bawah (miskin). Padahal untuk memenuhi kebutuhannya saja sulit, tapi menghamburkan uang untuk konsumsi rokok. Para orang tua mengeluh dengan biaya sekolah anak, tapi ringan untuk belanja rokok. Harga BBM naik banyak yang mengeluh, bahkan demo. Tapi tidak ketika harga rokok naik. Semahal apa pun rokok tetap dibeli.

Tapi, kebanyakan orang miskin tetap merokok adalah karena terlanjur kecanduan. Mereka sulit menghentikan kebiasaan merokok. Alasan lain adalah sebagai penyemangat kerja. Untuk pengusir kantuk. Demikian juga yang terjadi pada kalangan ulama. Meskipun beberapa ulama ada yang mengharamkan rokok, ada pula beberapa ulama yang berpendapat rokok makruh (sebaiknya ditinggalkan) atau mubah (boleh). Pendapat ini lebih dikatakan pada ulama yang sudah terlanjur merokok dan kecanduan dan hanya untuk memenuhi hawa nafsunya. Jadi perlu berhati-hati dengan ulama yang masih merokok.

Solusi bagi generasi muda agar tidak menjadi pecandu rokok adalah melalui keteladanan. Kalau bisa orang tua tidak merokok, agar anaknya pun tidak ikut-ikutan merokok. Anak yang tumbuh dalam lingkungan bebas asap rokok akan menjauhi asap di mana pun berada.

Lalu ada sebuah pertanyaan. Bisakah seseorang berhenti merokok? Jawabannya bisa. Cari dan pilih berbagai alasan untuk berhenti merokok. Misalnya alasan kesehatan, takut kanker, menjaga kesehatan, atau untuk berhemat.  Pemerintah harusnya menaikkan pajak agar harga rokok semakin naik. Sehingga para perokok harus berpikir ulang untuk membeli rokok. Pelajar tidak lagi bisa membeli rokok. Si miskin pun kelimpungan untuk beli rokok. Sehingga dia berpikir daripada dipakai untuk konsumsi rokok lebih baik untuk membeli kebutuhan sehari-hari atau untuk biaya pendidikan sekolah anak dan lain-lainnya. Di Indonesia rokok mudah didapat karena harganya murah. Pelajar bisa membeli rokok dari uang sakunya. Si miskin bisa menahan lapar, tapi tidak bisa menahan asamnya mulut karena tidak merokok. Tapi kalau harga rokok naik? Insya Allah banyak yang berhenti merokok.

Like

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here