Partai Anti-Islam Kalah Telak dalam Pemilu Belanda, Tokohnya “Wilders” Kejang-kejang

0
93
HARIAN BENGKULU

HARIAN BENGKULU – (17/03/2017) Perdana Menteri Mark Rutte telah mengumumkan kemenangan partainya sekaligus melanjutkan kepemimpinannya di Negeri Kincir Angin. Selain itu partai yang dipimpin oleh tokoh anti-Islam Belanda, Geert Wilder, anjlok dan kalah telak dalam pemilu parlemen yang digelar pada Rabu (15/3/2017).

Menurut Routers dari hasil perhitungan suara yang telah berlangsung lebih dari setengahnya menunjukkan partai Rutte, Partai Wilders, Partai Kebebasan (PVV), hanya mendapat 13 kursi. Perolehan kursi PVV terus turun setiap kali pemilihan digelar. Sekitar pada tahun 2010 merupakan puncak kejayaan Wilders dengan 24 kursi di parlemen, dan merosot menjadi 15 pada 2012, dan terus merosot pada pemilu kali ini. Padahal Wilders sombong bisa merebut 30 kursi parlemen. Posisi ketiga setelah Partai Kristen Demokrat (CDA) yang mendapat 20 kursi. Kemudian untuk Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD), mendapatkan 32 dari 150 kursi parlemen yang diperebutkan saat itu.

Tokoh anti-Islam dari Belanda ini dikenal sebagai tokoh sayap kanan radikal anti-Islam yang beberapa kali memicu kontroversi. Tahun 2008, dia memicu kemarahan umat Islam dunia dengan menerbitkan film anti-Islam berjudul “Fitna”.

Wilders juga mengatakan, sikap yang dianutnya sangat populis dan didambakan warga Belanda. Menurut Rutte dalam pernyataannya usai pengumuman hasil pemilu, populisme yang disebut Wilders adalah “populisme yang keliru atau ngaco”.

Sikap kebencian terhadap muslim itu terus ditunjukkan Wilders dalam pemilu kali ini. Disaat masa kampanye, Wilders mengatakan akan melakukan penutupan perbatasan bagi imigran dari negara Muslim, penyegelan masjid, pelarangan Al-Quran dan agar Belanda keluar dari Uni Eropa sehingga banyak menuai protes.

Rutte mengatakan pemilu saat ini untuk menentukan antara keberlanjutan kesejahteraan Belanda atau kekacauan. Dia menggambarkan diri sebagai penjaga pemulihan ekonomi Belanda. Pada masa kampanye, Rutte menyebut Wilders masih hijau dan tidak siap mengambil keputusan yang tegas.

“Kami ingin tetap berjalan di jalan yang benar – aman, stabil dan sejahtera,” kata Rutte.

Pada saat menjabat sebagai Perdana Menteri sejak tahun 2010, Rutte dalam empat tahun terakhir mengambil langkah penghematan yang banyak diprotes oleh masyarakat. Namun pemulihan ekonomi Belanda melaju perlahan namun pasti, dan angka pengangguran terus merosot.

Kekalahan partai anti-islam tersebut juga menunjukkan bahwa saat ini banyak yang sadar bahwa Islam itu bukan seperti yang digambarkan oleh barat, karena islam adalah agama damai dan Islam bukan teroris.

Like

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here